Asal Mula Bakso


Mungkin banyak yang menyangka bakso berasal dari Indonesia, karena mereka menjumpainya di negara lain yang mereka kunjungi. Tapi pecinta kuliner, makanan satu ini bukan dari Indonesia awalnya, melainkan dari Cina.

Nama Cina dari bakso adalah Gung Wan, sejenis bakso ala Cina terbuat dari daging babi. Diolah menggunakan sebuah pemukul kayu untuk melunakkan daging babi hingga lumat, kemudian dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil. Ternyata setelah direbus, adonan itu menjadi empuk tapi tidak lembek saat digigit dan berasa lezat. Gung Wan cocok dikonsumsi siapa saja, orang tua dan anak-anak.

Asal Mula

Yang sebenarnya adalah Gung Wan ini berasal dari Fuzhou, sebuah kota di Provinsi Fujian, Cina selatan. Tetapi kemudian menyebar ke Taiwan dan berakar di Hsinchu, sebuah wilayah barat laut Taiwan, dan Gung Wan berkembang menjadi makanan khas daerah tersebut. Kita bisa lihat sekarang bahwa bakso yang awalnya bernama Gung Wan tidak lagi hanya di daerah Cina dan Taiwan, tapi merambah ke banyak negara dengan penyesuaian nama masing-masing. Gung Wan ‘tercipta’ karena rasa bakti seorang anak pada ibunya.
Konon, pada akhir Dinasti Ming (awal abad ke-17) di Fuzhou, ada seorang pria bernama Meng Bo, tinggal di sebuah desa kecil. Dia anak yang baik dan berbakti kepada orang tua. Bakti Meng Bo pada ibunya sangat diketahui oleh para tetangga. Suatu hari, ibunya sudah mulai tua tidak dapat makan daging lagi, karena giginya sudah tidak bisa mengunyah makanan yang agak keras. Ini sedikit mengecewakan karena ibunya suka sekali makan daging.

Sebagai anak yang sayang pada orangtuanya, Meng Bo ingin membantu ibunya agar bisa mengonsumsi daging lezat lagi. Sepanjang malam ia duduk, memikirkan bagaimana mengolah daging yang bisa dimakan oleh ibunya. Hingga suatu hari, ia melihat tetangganya menumbuk beras ketan untuk dijadikan kue mochi. Seperti kejutan di siang bolong, melihat hal itu, timbul idenya! Meng Bo menuju ke dapur dan mengolah daging dengan cara yang digunakan tetangganya itu dalam membuat kue mochi. Setelah daging empuk, Meng Bo membentuknya menjadi bulatan-bulatan kecil dan merebusnya hingga tercium aroma yang lezat. dengan demikian, ibunya dapat memakannya dengan mudah.
Tidak hanya bisa makan daging lagi, tapi ibunya senang karena anaknya begitu sungguh-sungguh menunjukkan bakti kepadanya. Meng Bo pun sangat senang melihat ibunya dapat makan daging lagi. Kisah ini dengan cepat menyebar ke seluruh kota Fuzhou. Penduduk berdatangan untuk belajar membuat bakso lezat pada Meng Bo.
Kini, kita bisa menikmati berbagai jenis bakso seperti bakso daging sapi, bakso ikan, bakso goreng, bakso keju, dll dengan variasi pelengkapnya misal tahu goreng/mentah, pangsit goreng/basah, dll.[The Epoch Times, Tahukah Anda]

About LaiLia Berjilbab

Bukanlah aku...

Posted on 25 Maret 2011, in Perlu Diketahui and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: